Pentas Seni Teater ”Semangkuk Sup Makan Siang”
Semua Bermula dari ”Cultuurstelsel” Pada awalnya adalah kekosongan, dan dari kekosongan itu akhirnya ada daya hidup. Dari daya hidup muncullah dinamika. Yang terjadi kemudian adalah problema yang terus menggugat, di manakah sesungguhnya nilai perikehidupan, meskipun tak pernah ada jawaban? Barangkali ungkapan itu bisa menjadi gambaran makna pementasan teater berjudul ”Semangkuk Sup Makan Siang”atau Cultuurstelsel, Rabu-Kamis (10-11/8) di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Pementasan ini dipersembahkan oleh ARS Management dan WhaniDProject. Tak ada tokoh utama, tak ada alur cerita. Diperankan tiga aktor Theodorus Christanto, Rendra Bagus Pamungkas, dan Whani Darmawan yang lebih mendominasi dialog selayaknya monolog. Drama ini hanya berbicara tentang kekosongan hidup. Mempertanyakan apa dan siapa sesungguhnya kekuasaan. Dengan geram dan garang kekuasaan diperbincangkan lengkap dengan teori kekuasaan dari para filsuf besar. Kekosongan hidup itu akhirnya seperti meledak, mem...