Teknik Vokal, Paduan Suara, Vocal Group, Jenis Suara Manusia

BERNYANYI BANYAK SUARA


Selain disajikan secara unisono, lagu juga dapat dibawakan secara bersama-sama dengan lebih dari satu suara. Penyajian demikian disebut sebagai vokal grup dan paduan suara. Kita mengenal paduan suara dengan jenis vokal yang sama (vokal anak-anak semua, vokal perempuan semua, atau vokal laki-laki semua), dan ada pula paduan suara dengan jenis vokal campuran (anak-anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan). Dalam mengaransemen lagu untuk keperluan paduan suara ini, jenis vokal sangat perlu mendapat perhatian. Tujuannya adalah agar nada-nada yang digunakan sesuai dengan jangkauan (ambitus) nada penyanyinya dan dihasilkan paduan suara yang harmonis, yang juga tidak kalah pentingnya adalah penerapan prinsip-prinsip akor.

Vokal grup biasanya terdiri dari tiga sampai dengan delapan orang yang menyanyikan lebih dari satu suara. Kemudian, ada paduan suara kecil yang anggotanya dua belas sampai dengan dua puluh empat orang dan paduan suara lebih dari itu.

Teknik Vokal, Paduan Suara, Vocal Group, Jenis Suara Manusia


Bernyanyi dengan banyak suara atau vokal grup harus memperhatikan harmoni atau keselarasan. Sebagai latihan, bernyanyi dengan banyak suara dapat dilakukan dengan berbagai teknik, di antaranya akapela, kanon, dan vokal grup atau paduan suara.

1.    Bernyanyi dengan Teknik Akapela
  
Akapela adalah bernyanyi dengan banyak suara tanpa iringan instrumen musik. Meskipun demikian, di antara para vokalis tersebut ada yang bertugas menyuarakan nada-nada melodis dan ada yang menyuarakan nada-nada ritmis dan harmonis. Vokal melodis adalah vokal yang memainkan melodi lagu dan mengucapkan liriknya, sedangkan vokal ritmis dan harmonis adalah vokal yang memainkan irama. Vokal yang memainkan nada-nada ritmis. Misalnya mengucapkan bunyi-bunyi seperti suara drum, tamborin, atau gendang.

2.    Bernyanyi dengan Teknik Kanon

Bernyanyi dengan teknik kanon adalah bernyanyi susul-menyusui. Dalam teknik ini, terdapat dua kelompok yang akan menyanyikan bait lagu dengan cara susul-menyusul. Misalnya, dalam kelas yang terbagi dalam dua kelompok, mereka akan membawakan lagu "Burung Hantu" dengan teknik berikut ini.

Kelompok : Matahari terbenam hari mulai malam
Kelompok : Matahari terbenam hari mulai malam
Kelompok : terdengar burung hantu suaranya merdu
Kelompok : terdengar burung hantu suaranya merdu
Kelompok : ku ku ku ku ku ku ku ku ku ku
Kelompok : ku ku ku ku ku ku ku ku ku ku

3.  Bernyanyi dengan Vokal Grup dan Paduan Suara

Jika disajikan dalam bentuk solo dan unisono, sebuah lagu dapat dibawakan dengan satu suara dengan diiringi instrumen tanpa perlu penggarapan lebih lanjut. Akan tetapi, jika lagu tersebut disajikan dalam bentuk yang lain seperti duet, trio, kuartet, vokal grup, atau paduan suara, tentu diperlukan penggarapan berupa aransir untuk menciptakan harmoni yang indah. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang interval dan akor.

Dalam paduan suara, kita mengenal paduan suara dengan jenis vokal yang sama (vokal anak-anak semua, vokal perempuan dewasa semua, atau vokal laki-laki dewasa semua), dan ada pula paduan suara dengan jenis vokal campuran (anak-anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan). Oleh karena itu, untuk mengaransir lagu keperluan paduan suara, jenis vokal sangat perlu mendapat perhatian. Tujuannya adalah supaya nada-nada yang digunakan sesuai dengan jangkauan nada penyanyinya.

JENIS SUARA MANUSIA

Pembagian jenis suara manusia ditentukan berdasarkan jangkauan nada yang mampu dicapai. Ada orang yang dapat mencapai nada-nada tinggi, tetapi ada pula yang hanya mampu menjangkau nada-nada rendah sampai sedang. Kemampuan manusia menjangkau nada-nada itu disebut sebagai ambitus.

Ambitus anak-anak dan orang dewasa berbeda sehingga suara anak-anak juga berbeda dengan suara orang dewasa. Berikut pembagian jenis suara manusia berdasarkan ambitusnya.

1. Anak-anak
Suara anak-anak dibedakan menjadi dua, yaitu suara tinggi dan suara rendah.

2. Dewasa
Suara orang dewasa dibedakan menurut jenis kelaminnya. Suara perempuan dibedakan menjadi tiga macam, yakni sebagai berikut.
a. Sopran (tinggi)
Suara sopran adalah jenis suara wanita dengan ambitus tinggi. Suara sopran mampu menjangkau antara nada C4 sampai G5.
b. Mezosopran (sedang)
Suara mezosopran adalah jenis suara wanita dengan ambitus sedang. Jangkauan nada suara mezosopran berada antara suara alto dan sopran, yaitu antara A3 sampai A5.

c. Alto (rendah)
Suara alto merupakan jenis suara wanita dengan ambitus rendah. Jenis suara ini hanya mampu menjangkau nada F sampai D2.

Suara orang dewasa pria dibedakan menjadi tiga macam juga, yaitu sebagai berikut.
a. Tenor (tinggi)
Suara tenor adalah suara pria dewasa dengan rentang ambitus yang paling tinggi. Nada yang mampu dicapai oleh penyanyi tenor adalah B sampai G1.

b. Bariton (sedang)
Suara bariton adalah jenis suara pria dewasa yang rentang ambitusnya antara nada A hingga F1.

c.  Bas (rendah)
Suara bas adalah suara pria dewasa dengan rentang ambitus rendah. Suara bas mampu menjangkau rentang nada antara E dan C1.

Dalam paduan suara, susunan suara ditentukan dengan memperhatikan harmoni yang diharapkan. Perhatikan partitur berikut.
http://www.senikary.com/2016/08/teknik-vokal-paduan-suara-vocal-group.html
Bagaimanakah cara menyanyikan lagu di atas? Ya, benar. Lagu di atas harus dinyanyikan dengan paduan suara. Coba bagi kelasmu menjadi tiga kelompok untuk menyanyikan lagu di atas dengan teknik paduan suara.

Berikutnya, perhatikan susunan vertikal nada-nadanya. Lagu di atas tersusun dalam tiga nada, bukan? Susunan vertikal tiga nada itulah yang lazim disebut akor. Apakah susunan nada-nada tersebut boleh sembarangan? Boleh saja, tetapi jika disusun sembarangan tidak akan menghasilkan nada yang selaras atau tidak harmonis. Jika tidak selaras, lagu akan terdengar sumbang atau fals.

Agar menghasilkan nada yang harmonis, susunan akor ada aturannya. Coba perhatikan susunan nada-nadanya.

a.    terdapat    susunan    nada    5-3-1,    6-3-1, 4-2-2 pada    baris pertama
b.    terdapat    susunan    nada    2-7-5    pada    baris    ketiga
c.    terdapat    susunan    nada    2-6-4    pada    baris    keempat
d.    terdapat    susunan    nada    4-2-7    pada    baris    kelima

Susunan nada tersebut jika dinyanyikan serentak akan menghasilkan suara yang selaras dan indah. Itulah yang dinamakan akor.

GERAK HARMONI DAN GERAK AKOR

Gerak akor adalah perpindahan rangkaian akor yang digunakan untuk mengiringi musik sesuai dengan pertimbangang harmoni. Dengan memperhatikan gerak akor dalam harmoni, lagu akan terdengar indah.

Harmoni berarti selaras. Keselarasan dalam lagu dihasilkan oleh hubungan yang serasi antara nada yang satu dengan yang lain secara vertikal. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan vertikal di sini, coba perhatikan skema nada berikut.

http://www.senikary.com/2016/08/teknik-vokal-paduan-suara-vocal-group.html

Konsep susunan vertikal ini merupakan dasar musik barat yang berprinsip pergerakan bunyi menuju tonika. Sementara itu, harmoni pada musik gamelan lebih bersifat horizontal yang menekankan pada sistem nada tertentu (pelog dan slendro) dengan suasana tertentu yang ditentukan oleh pathet.

Untuk mendapatkan harmoni yang baik, kita harus memperhatikan dua unsur, yaitu interval dan akor.

1. Interval

Interval adalah jarak antara dua nada. Setiap interval dalam tangga nada dengan jarak yang berbeda diberi nama yang berbeda pula. Perhatikan susunan interval nada dalam tangga nada C mayor berikut.

Akor adalah susunan tiga nada atau lebih secara vertikal yang jika dinyanyikan secara serentak akan menghasilkan nada yang harmonis. Karena tersusun dari tiga nada utama, akor juga sering disebut sebagai trinada. Nada-nada yang dijadikan sebuah akor dimulai dari nada utama sebagai dasar akor, kemudian nada kedua berupa nada tert (nada ketiga dari nada dasar), dan nada ketiga adalah nada kuint (nada kelima dari nada dasar).

Dalam nada dasar natural akan terlihat susunan akor sebagai

http://www.senikary.com/2016/08/teknik-vokal-paduan-suara-vocal-group.html

Akor tingkat I, IV, dan V memiliki jarak interval antara nada dasar dengan nada terts-nya adalah 2 yang disebut sebagai terts besar (mayor). Misalnya, dari nada C ke E berjarak 2. Maka, akor tersebut disebut sebagai akor mayor. Akor ini digunakan dalam gerak akor utama. Oleh karena itu, disebut juga sebagai akor utama atau mayor. Nada dasar pada akor-akor II, III, dan VI memiliki interval terts kecil (minor) terhadap nada kedua. Misalnya, nada D ke F berjarak V/2. Maka akor-akor tersebut disebut sebagai akor minor.

Akor VII disebut juga akor diminished karena jarak antara nada dasar dengan nada ketiganya hanya 3 atau berupa interval kuint kurang (diminished). Akor II, III, VI, dan VII (akor minor dan akor diminished) dikelompokkan sebagai akor tambahan karena berfungsi sebagai pemanis gerak akor.

TotalPing | Google Ping | Ping Blog Search | Add Url | Google Master | Bing Master | Site Value | Seo Jerman